Menjadi Artis
Posted in
Label:
indonesia mengajar
|
di
10.00
“Beri salam: Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh...”. Suara ini masih terngiang jelas di telinga. Suara anak-anak SD Cikereteg 1 setiap hari ketika hendak memulai pelajaran di kelas. Suara dengan penuh keceriaan dan semangat dari wajah-wajah yang masih polos. Suara yang mampu memberikan kekuatan pada kakiku untuk melangkah ke sekolah setiap harinya. Suara ini pula yang semakin memberikan aku semangat untuk segera berangkat ke SD di Selengot Kabupaten Pasir Kalimantan Timur. Suara anak bangsa yang menyiratkan harapan masa depan Indonesia.
Minggu ke enam pelatihan Indonesia Mengajar merupakan minggu yang paling hidup. Minggu ini kami, 51 pengajar muda diterjunkan langsung ke 10 SD di sekitar tempat pelatihan kami untuk belajar mengajar. Kami bertemu langsung dengan anak-anak SD sesungguhnya. Bukan anak SD yang diperankan oleh anak-anak yang sudah berusia 21 sampai dengan 27 tahun. Anak SD dengan ragam yang sesungguhnya. Bukan ragam yang direkayasa sedemikian rupa. Anak SD dengan segala daya kreativitasnya. Anak SD dengan segala canda tawanya. Anak SD dengan kepolosannya melihat dunia.
Di sinilah kami belajar mengajar sesungguhnya dengan segala dinamika di dalamnya. Satu minggu tentu waktu yang tergolong singkat untuk mengerti apa itu mengajar, bagaimana itu mengajar, harus seperti apakah kita mengajar. Meski bagi Donie Koesoema dalam bukunya “Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger”, mengajar merupakan dimensi sempit dari mendidik yang cenderung hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Namun, bagi saya sudah tidak terlalu penting menggunakan kata mengajar atau mendidik. Karena esensinya adalah terletak bagaimana seorang guru menyatu menjadi bagian dari peserta didiknya, melihat masa depan di setiap lentik mata peserta didiknya, ikut resah sebagaimana orang tua kandungnya resah akan masa depan anaknya, dan mengeluarkan segenap kemampuannya untuk memberikan pengajaran terbaik bagi anak didiknya. Satu minggu untuk satu tahun yang berarti.
Hari minggu aku turun dari camp untuk mencari makan. Di depan pintu camp sudah ada 5 anak yang tiba-tiba menghampiri dan mengulurkan tangannya tanda ingin berjabat tangan. “Kak Mansyur!”, suara nyaring itu keluar dari lima anak itu seraya menjabat tangan dan mencium tanganku. Masih agak canggung ternyata meski sudah beberapa kali menghadapi hal yang serupa, entah kenapa. Ketika di warung, 2 anak laki-laki menghampiri dengan senyum lebarnya. “Kak Mansyur!”, maka ritual jabat tangan kembali diulang disini. Ternyata mereka tidak hanya berdua, beberapa anak lagi keluar dari sebuah toko di samping warung yang kutempati dan kembali melakukan ritual jabat tangan dengan senyum lebarnya. Ada perasaan aneh, senang tapi juga canggung. Canggung harus berkata-kata apa dan bersikap bagaimana. Khawatir kata-kata dan sikapku ternyata tidak patut untuk ditunjukkan. Khawatir akan mencaji contoh yang tidak baik. Terbesit dalam pikiranku “Oh..ini ya rasanya jadi guru”. Sekarang tidak bisa lagi bertutur kata dan bersikap sembarangan, sekarang tidak bisa lagi jajan sembarangan. Ternyata memiliki anak didik bisa menjadi kontrol bagi diri kita. Memiliki anak didik bisa melatih kedewasaan. Memiliki anak didik bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi kita. Pelajaran hidup yangsangat berharga.
Guru atau artis
Sejak acara syukuran Indonesia Mengajar yang digelar di Plasa Bapindo 20 Oktober 2010 lalu, para pengajar muda dirundung banyak permintaan wawancara layaknya artis yang baru naik daun. Hal ini ternyata tidak berhenti begitu saja di minggu keenam ini. Beberapa permintaan wawancara tetap berdatangan. Malu rasanya, malu karena sebenarnya kami belum melakukan apa-apa. Sementara ini bahkan kami masih dalam masa pembekalan. Belum layak rasanya untuk berbicara di khalayak. Namun, di sisi lain jika dipikirkan lagi hal ini juga memberikan dampak positif. Dalam maraknya berita bernada pesimistis negara ini di berbagai media masa, agaknya berita Indonesia Mengajar salah satu cerminan optimisme negara ini. Guru yang biasanya cenderung diberitakan ketika ada kasus penyimpangan, seperti tindak asusila guru pada muridnya, kekerasan guru pada anak didiknya, dan lain sebagainya. Kini berita ini adalah guru yang memberikan secercah harapan baru. Guru bukan lagi artis kriminal, tapi sekarang jadi artis optimisme. Harapannya ini bisa menjadi virus bagi banyak media agar memberikan pemberitaan optimisme. Harapannya ini bisa menjadi trend tersendiri bahwa anak muda mengabdi di untuk bangsa di daerah terpencil bukan lagi hal yang tabu tapi bahkan hal yang mulia.
Jamuan sore di kediaman Arifin Panigoro founder dari Medco Group dan jamuan makan malam dengan Prof Fasli Jalal, wakil menteri pendidikan nasional melengkapi nuansa keartisan para pengajar muda. Semangat, keoptimisan, harapan, dan dukungan semakin menguatkan langkah ini untuk mengabdi di pelosok negeri.
http://blog.indonesiamengajar.org/mansyurridho/
Baca selengkapnya "
Menjadi Artis
" ini - by Mansyur Ridlo
Minggu ke enam pelatihan Indonesia Mengajar merupakan minggu yang paling hidup. Minggu ini kami, 51 pengajar muda diterjunkan langsung ke 10 SD di sekitar tempat pelatihan kami untuk belajar mengajar. Kami bertemu langsung dengan anak-anak SD sesungguhnya. Bukan anak SD yang diperankan oleh anak-anak yang sudah berusia 21 sampai dengan 27 tahun. Anak SD dengan ragam yang sesungguhnya. Bukan ragam yang direkayasa sedemikian rupa. Anak SD dengan segala daya kreativitasnya. Anak SD dengan segala canda tawanya. Anak SD dengan kepolosannya melihat dunia.
Di sinilah kami belajar mengajar sesungguhnya dengan segala dinamika di dalamnya. Satu minggu tentu waktu yang tergolong singkat untuk mengerti apa itu mengajar, bagaimana itu mengajar, harus seperti apakah kita mengajar. Meski bagi Donie Koesoema dalam bukunya “Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger”, mengajar merupakan dimensi sempit dari mendidik yang cenderung hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Namun, bagi saya sudah tidak terlalu penting menggunakan kata mengajar atau mendidik. Karena esensinya adalah terletak bagaimana seorang guru menyatu menjadi bagian dari peserta didiknya, melihat masa depan di setiap lentik mata peserta didiknya, ikut resah sebagaimana orang tua kandungnya resah akan masa depan anaknya, dan mengeluarkan segenap kemampuannya untuk memberikan pengajaran terbaik bagi anak didiknya. Satu minggu untuk satu tahun yang berarti.
Hari minggu aku turun dari camp untuk mencari makan. Di depan pintu camp sudah ada 5 anak yang tiba-tiba menghampiri dan mengulurkan tangannya tanda ingin berjabat tangan. “Kak Mansyur!”, suara nyaring itu keluar dari lima anak itu seraya menjabat tangan dan mencium tanganku. Masih agak canggung ternyata meski sudah beberapa kali menghadapi hal yang serupa, entah kenapa. Ketika di warung, 2 anak laki-laki menghampiri dengan senyum lebarnya. “Kak Mansyur!”, maka ritual jabat tangan kembali diulang disini. Ternyata mereka tidak hanya berdua, beberapa anak lagi keluar dari sebuah toko di samping warung yang kutempati dan kembali melakukan ritual jabat tangan dengan senyum lebarnya. Ada perasaan aneh, senang tapi juga canggung. Canggung harus berkata-kata apa dan bersikap bagaimana. Khawatir kata-kata dan sikapku ternyata tidak patut untuk ditunjukkan. Khawatir akan mencaji contoh yang tidak baik. Terbesit dalam pikiranku “Oh..ini ya rasanya jadi guru”. Sekarang tidak bisa lagi bertutur kata dan bersikap sembarangan, sekarang tidak bisa lagi jajan sembarangan. Ternyata memiliki anak didik bisa menjadi kontrol bagi diri kita. Memiliki anak didik bisa melatih kedewasaan. Memiliki anak didik bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi kita. Pelajaran hidup yangsangat berharga.
Guru atau artis
Sejak acara syukuran Indonesia Mengajar yang digelar di Plasa Bapindo 20 Oktober 2010 lalu, para pengajar muda dirundung banyak permintaan wawancara layaknya artis yang baru naik daun. Hal ini ternyata tidak berhenti begitu saja di minggu keenam ini. Beberapa permintaan wawancara tetap berdatangan. Malu rasanya, malu karena sebenarnya kami belum melakukan apa-apa. Sementara ini bahkan kami masih dalam masa pembekalan. Belum layak rasanya untuk berbicara di khalayak. Namun, di sisi lain jika dipikirkan lagi hal ini juga memberikan dampak positif. Dalam maraknya berita bernada pesimistis negara ini di berbagai media masa, agaknya berita Indonesia Mengajar salah satu cerminan optimisme negara ini. Guru yang biasanya cenderung diberitakan ketika ada kasus penyimpangan, seperti tindak asusila guru pada muridnya, kekerasan guru pada anak didiknya, dan lain sebagainya. Kini berita ini adalah guru yang memberikan secercah harapan baru. Guru bukan lagi artis kriminal, tapi sekarang jadi artis optimisme. Harapannya ini bisa menjadi virus bagi banyak media agar memberikan pemberitaan optimisme. Harapannya ini bisa menjadi trend tersendiri bahwa anak muda mengabdi di untuk bangsa di daerah terpencil bukan lagi hal yang tabu tapi bahkan hal yang mulia.
Jamuan sore di kediaman Arifin Panigoro founder dari Medco Group dan jamuan makan malam dengan Prof Fasli Jalal, wakil menteri pendidikan nasional melengkapi nuansa keartisan para pengajar muda. Semangat, keoptimisan, harapan, dan dukungan semakin menguatkan langkah ini untuk mengabdi di pelosok negeri.
http://blog.indonesiamengajar.org/mansyurridho/
INI ADALAH PILIHAN
Posted in
Label:
indonesia mengajar
|
di
08.01
Sabtu ini 23 Oktober 2010 adalah hari keenam 51 pengajar muda bermain bersama-sama adik-adik dari SD Pancawati 1. Anak-anak sehat bersemangat, itulah istilah yang kami sematkan kepada adik-adik tersebut. Hari ini ada suasana yang berbeda dengan 5 hari sebelumnya. Mengingat hari ini adalah hari terakhir kami bermain dengan mereka. Sepuluh November tanggal pemberangkatan kami sudah semakin dekat. Rangkaian permainan kembali digagas untuk kembali membangkitkan keceriaan adik-adik sehat dan bersemangat sampai dengan pemutaran video review 5 hari yang sudah dijalani bersama. Di akhir pemutaran video, 5 orang perwakilan pengajar muda memberikan pesan-pesan kepada adik-adik yang hari ini mencapai 220 jumlahnya. Semuanya masih berjalan seperti biasanya sampai dengan seluruh adik-adik kelas 6 maju ke depan. Ternyata mereka diam-diam juga telah mempersiapkan penampilan untuk pertemuan terakhir kami ini. Untaian lirik beberapa lagu coba dibawakan mereka, kepala kami tertegun. Lagu terpujilah guruku dan terima kasih guruku digubah dengan mengganti kata guru dengan kakak. Lagu itu biasa kita dengarkan dan kita nyanyikan di camp training ini, tapi entah kenapa terasa lebih istimewa dinyanyikan mereka dengan wajah polosnya. Hati kami tersentuh, tiba-tiba mata ini terasa penuh. Semuanya jadi tak tertahan, ada yang menetes di pipi. Kami tak bisa bohong, pelukan pun bak gayung bersambut.
Rasanya ingin kuseka segera air mata ini, tidak tahu kenapa. Bukan rasa malu, tapi rasa yang lain. Rasa khawatir waktu singkat ini hanya bermanfaat bagi kami untuk belajar menghadapi anak SD. Sudahkan 6 hari yang singkat ini membawa manfaat bagi mereka juga? Beberapa orang tua sudah menunggu di depan camp sejak beberapa waktu sebelumnya. Menanti anak mereka untuk segera dibawa pulang. Kami tak tahu apa yang mereka pikirkan, senangkah atau khawatirkah anak mereka kami ajak bermain. Khawatir ini juga beralasan, terasa berat berpisah padahal waktu yang dijalin hanya 6 hari, tidak lebih. 1 hari pun bukan 24 jam, tapi hanya 2 sampai 3 jam. Lalu bagaimana dengan jalinan yang dirangkai 12 bulan mendatang?
12 bulan yang akan kami jalani, akankah seperti rafting di hari senin pekan kelima ini? Rasanya tidak sabar untuk sampai di Sukabumi kala itu. Saat rafting, ada yang lengah hingga terjatuh tersungkur ke air. Batu-batuan dari yang kecil sebesar tas ransel sampai batu besar sebesar dua kali perahu karet, kami lalui. Ada yang terlampaui sangat ringan seolah tak ada batu, ada pula yang dengan susah payah terlalui sampai sang pemandu harus turun dari perahu dan mendorongnya hingga terlepas dari batu besar. Tak sedikit air bergejolak kami jumpai, tapi ada juga air yang tenang. Tapi anehnya, ada rekan pengajar muda yang terjatuh malah di air tenang. Dua tangan mengayuh dayung, enam sampai sepuluh kayuhan lalu kami berhenti mengambil nafas seraya menyelami pemandangan sekitar, kemudian kayuhan dilanjutkan. Begitu terus silih berganti. Bisa jadi ada yang bosan. Melewati batuan dan turunan yang terjal ada yang menjerit takut, ada yang menjerit kegirangan, ada juga yang tidak menjerit sama sekali. Ini pilihan. Ada perahu yang berhenti, mereka menepi. Ternyata udara dalam perahu karet perlu ditambah lagi. Ada kalanya ditengah perjalanan kami berhenti untuk sekedar minum segelas air mineral lalu kembali mengayuh dayung dan kembali berteriak-teriak ria. Kami semua memakai life jacket, jaket yang bisa membuat kami mengapung di air. Urusan agar tidak tenggelam memang bisa diatasi dengan life jacket, namun urusan terbawa arus apa tidak adalah urusan lain. Kitalah yang memutuskan mau terbawa arus apa tidak.
“Perjalanan kita tinggal sekitar 10 menit lagi”, ujar pemandu di perahu kelompok saya. Ada perasaan senang. Senang sebentar lagi kayuhan usai dan kami akan minum air kelapa muda seperti yang sudah dijanjikan pemandu sejak kayuhan pertama. Ada perasaan sedih. Rasanya perjalanan ini terlalu sebentar. Rasanya kami belum melewati halang rintang yang ada dengan mulus atau malah kami belum menjumpai halang rintang yang lebih menantang? Memang selalu ada saja ketidakpuasan.
12 bulan di daerah terpencil tentu tidak sama dengan 2 jam rafting di sungai. Namun, mungkin ini bisa menjadi sedikit refleksi bagi kami. Bahwa air tenang itu bisa jadi melenakan. Bahwa halangan itu beragam ada kecil ada besar, ada yang mudah dilewati ada yang sukar dilewati. Bahwa rutinitas yang ada sangat mungkin menemui titik jenuh. Bahwa besar kecilnya masalah kitalah yang memutuskan. Bahwa adakalanya kita harus evaluasi dan mengupgrade diri. Bahwa hanyut terbawa arus adalah pilihan. Bahwa november 2011 adalah penantian dan kecemasan. Bahwa november 2011 bisa jadi tersenyum atau sebaliknya. Bahwa kita tidak bisa memuaskan semuanya segalanya.
Ada banyak harapan di setiap kepala orang yang hadir di Plasa Bapindo 20 Oktober 2010. Akankah harapan-harapan tersebut terwujud oleh pengajar muda? Hanya ada satu jawaban yang pasti, 10 November 2011 akan terlewati dengan atau tanpa adanya senyum. Ini adalah pilihan.
Baca selengkapnya "
INI ADALAH PILIHAN
" ini - by Mansyur Ridlo
Rasanya ingin kuseka segera air mata ini, tidak tahu kenapa. Bukan rasa malu, tapi rasa yang lain. Rasa khawatir waktu singkat ini hanya bermanfaat bagi kami untuk belajar menghadapi anak SD. Sudahkan 6 hari yang singkat ini membawa manfaat bagi mereka juga? Beberapa orang tua sudah menunggu di depan camp sejak beberapa waktu sebelumnya. Menanti anak mereka untuk segera dibawa pulang. Kami tak tahu apa yang mereka pikirkan, senangkah atau khawatirkah anak mereka kami ajak bermain. Khawatir ini juga beralasan, terasa berat berpisah padahal waktu yang dijalin hanya 6 hari, tidak lebih. 1 hari pun bukan 24 jam, tapi hanya 2 sampai 3 jam. Lalu bagaimana dengan jalinan yang dirangkai 12 bulan mendatang?
12 bulan yang akan kami jalani, akankah seperti rafting di hari senin pekan kelima ini? Rasanya tidak sabar untuk sampai di Sukabumi kala itu. Saat rafting, ada yang lengah hingga terjatuh tersungkur ke air. Batu-batuan dari yang kecil sebesar tas ransel sampai batu besar sebesar dua kali perahu karet, kami lalui. Ada yang terlampaui sangat ringan seolah tak ada batu, ada pula yang dengan susah payah terlalui sampai sang pemandu harus turun dari perahu dan mendorongnya hingga terlepas dari batu besar. Tak sedikit air bergejolak kami jumpai, tapi ada juga air yang tenang. Tapi anehnya, ada rekan pengajar muda yang terjatuh malah di air tenang. Dua tangan mengayuh dayung, enam sampai sepuluh kayuhan lalu kami berhenti mengambil nafas seraya menyelami pemandangan sekitar, kemudian kayuhan dilanjutkan. Begitu terus silih berganti. Bisa jadi ada yang bosan. Melewati batuan dan turunan yang terjal ada yang menjerit takut, ada yang menjerit kegirangan, ada juga yang tidak menjerit sama sekali. Ini pilihan. Ada perahu yang berhenti, mereka menepi. Ternyata udara dalam perahu karet perlu ditambah lagi. Ada kalanya ditengah perjalanan kami berhenti untuk sekedar minum segelas air mineral lalu kembali mengayuh dayung dan kembali berteriak-teriak ria. Kami semua memakai life jacket, jaket yang bisa membuat kami mengapung di air. Urusan agar tidak tenggelam memang bisa diatasi dengan life jacket, namun urusan terbawa arus apa tidak adalah urusan lain. Kitalah yang memutuskan mau terbawa arus apa tidak.
“Perjalanan kita tinggal sekitar 10 menit lagi”, ujar pemandu di perahu kelompok saya. Ada perasaan senang. Senang sebentar lagi kayuhan usai dan kami akan minum air kelapa muda seperti yang sudah dijanjikan pemandu sejak kayuhan pertama. Ada perasaan sedih. Rasanya perjalanan ini terlalu sebentar. Rasanya kami belum melewati halang rintang yang ada dengan mulus atau malah kami belum menjumpai halang rintang yang lebih menantang? Memang selalu ada saja ketidakpuasan.
12 bulan di daerah terpencil tentu tidak sama dengan 2 jam rafting di sungai. Namun, mungkin ini bisa menjadi sedikit refleksi bagi kami. Bahwa air tenang itu bisa jadi melenakan. Bahwa halangan itu beragam ada kecil ada besar, ada yang mudah dilewati ada yang sukar dilewati. Bahwa rutinitas yang ada sangat mungkin menemui titik jenuh. Bahwa besar kecilnya masalah kitalah yang memutuskan. Bahwa adakalanya kita harus evaluasi dan mengupgrade diri. Bahwa hanyut terbawa arus adalah pilihan. Bahwa november 2011 adalah penantian dan kecemasan. Bahwa november 2011 bisa jadi tersenyum atau sebaliknya. Bahwa kita tidak bisa memuaskan semuanya segalanya.
Ada banyak harapan di setiap kepala orang yang hadir di Plasa Bapindo 20 Oktober 2010. Akankah harapan-harapan tersebut terwujud oleh pengajar muda? Hanya ada satu jawaban yang pasti, 10 November 2011 akan terlewati dengan atau tanpa adanya senyum. Ini adalah pilihan.
Kekuatan Kebaya Ibu
Posted in
Label:
curhatanku
|
di
03.39
Setelah sekian lama saya tak sempat mengarahkan jari ini ke blog yang ok ini, akhirnya kini sempat juga...
Rasanya terlalu cepat waktu ini berlalu. Tiba-tiba sudah wisuda saja. Itupun sudah cukup terseok-seok akibat harus putar haluan penelitian yang awalnya kuantitatif jadi kualitatif. Sempat waktu bulan maret ketika skripsiku bahkan jalan ditemoatpun tidak -stag tiada berdaya-. Saya pun pulang ke jombang, daerahku tercinta. Bahkan saat itu sempat terlintas, mungkin saya tidak akan lulus 4 tahun karena tinggal 2 bulan lagi dedline skripsi. padahal skripsi harus rombak habis-habisan.
----
saat itu, saya sedang duduk di ruang tamu sambnil merenungi nasib. mencoba untuk berpikir menata kembali peta hidup. tapi pikiran tak kunjung bersahabat. tiba-tiba Ibuku keluar dari kamarnya sambil memakai baju kebaya. Tentu saja saya terheran. Perasaan hari ini tidak ada undangan pernikahan. Ibu memakai kebaya, tapi kok gak pakek dandan ya. Pikiran makin terpenuhi tanda tanya. ?????????
Ibu pun meperlihatkan sisi samping dan belakang kebayanya padaku seraya berkata "Piye, pantes gak?" (bagaimana pantas tidak?)
spontan saya pun menjawab "Nggih pantes buk, emang ibuk bade teng pundi?" (Ya pantas lah bu, memangnya Ibu mau kemana?)
Ibu : "Loh, iki digae nang wisudamu...bulan opo wisudamu? agustus iki kan?" (Ini dipakae waktu wisudamu...bulan apa wisuda kamu? agustus ini kan?)
ZIIIIING.........................
Rasanya bagai disambar halilintar....darah ini tiba-tiba mengalir semakin deras...rasanya lebih capek daripada lari mengelilingi gunung...
Entah kenapa saat itu saya pun spontan menjawab “ee...Inggih buk, agustus niki wisuda” (Iya Bu, Agustus ini wisdua)
Huwaaaaa....apa yang telah kukatakan...
Saya bilang agustus ini wisuda. Sedangkan skripsi belum jelas entah dibawa kemana.
Walhasil...mau gak mau, saya harus putar otak lebih keras lagi.
Saya putuskan segera balik ke depok. Langsung bikin janji dengan pembimbing skripsi.
---------------------
Bersambung dulu ya...... ^_^
Baca selengkapnya "
Kekuatan Kebaya Ibu
" ini - by Mansyur Ridlo
Rasanya terlalu cepat waktu ini berlalu. Tiba-tiba sudah wisuda saja. Itupun sudah cukup terseok-seok akibat harus putar haluan penelitian yang awalnya kuantitatif jadi kualitatif. Sempat waktu bulan maret ketika skripsiku bahkan jalan ditemoatpun tidak -stag tiada berdaya-. Saya pun pulang ke jombang, daerahku tercinta. Bahkan saat itu sempat terlintas, mungkin saya tidak akan lulus 4 tahun karena tinggal 2 bulan lagi dedline skripsi. padahal skripsi harus rombak habis-habisan.
----
saat itu, saya sedang duduk di ruang tamu sambnil merenungi nasib. mencoba untuk berpikir menata kembali peta hidup. tapi pikiran tak kunjung bersahabat. tiba-tiba Ibuku keluar dari kamarnya sambil memakai baju kebaya. Tentu saja saya terheran. Perasaan hari ini tidak ada undangan pernikahan. Ibu memakai kebaya, tapi kok gak pakek dandan ya. Pikiran makin terpenuhi tanda tanya. ?????????
Ibu pun meperlihatkan sisi samping dan belakang kebayanya padaku seraya berkata "Piye, pantes gak?" (bagaimana pantas tidak?)
spontan saya pun menjawab "Nggih pantes buk, emang ibuk bade teng pundi?" (Ya pantas lah bu, memangnya Ibu mau kemana?)
Ibu : "Loh, iki digae nang wisudamu...bulan opo wisudamu? agustus iki kan?" (Ini dipakae waktu wisudamu...bulan apa wisuda kamu? agustus ini kan?)
ZIIIIING.........................
Rasanya bagai disambar halilintar....darah ini tiba-tiba mengalir semakin deras...rasanya lebih capek daripada lari mengelilingi gunung...
Entah kenapa saat itu saya pun spontan menjawab “ee...Inggih buk, agustus niki wisuda” (Iya Bu, Agustus ini wisdua)
Huwaaaaa....apa yang telah kukatakan...
Saya bilang agustus ini wisuda. Sedangkan skripsi belum jelas entah dibawa kemana.
Walhasil...mau gak mau, saya harus putar otak lebih keras lagi.
Saya putuskan segera balik ke depok. Langsung bikin janji dengan pembimbing skripsi.
---------------------
Bersambung dulu ya...... ^_^
SELAMAT KONTINGEN UI DI PIMNAS BALI 2010
Posted in
Label:
Info Kampus
|
di
08.07
HARI INI. setelah dinanti-nanti sejak tanggal 15 Juni sesuai jadwal awal pengumuman peserta yang lolos PIMNAS 2010 di Bali, ternyata baru muncul hari ini tanggal 23 Juni 2010. Selamat kepada para peserta PKM yang lolos dari Universitas Indonesia. Semangat Berjuang, berikanlah persembahan terbaik di PIMNAS 2010 untuk Universitas Indonesia tercinta.
Meski hanya 6 Tim (tidak sesuai dengan harapan), semoga 6 yang ada bisa menjadi semakin fokus dan optimal.
Berikut nama-nama yang lolos PIMNAS 2010 di Universitas Mahasaraswati Denpasar BALI.
PKM Kewirausahaan
Ketua : Alfira Fitrananda /Sistem Informasi/ Fasilko
Anggota :
1.Adzar Karomy /Sistem Informasi/ Fasilkom
2.Ahmad Mahmudi Yunus /Sistem Informasi/ Fasilkom
3.Akhmad Rahadian Hutomo /Sistem Informasi/ Fasilkom
4.Alfadesta /Sistem Informasi/ Fasilkom
Pembimbing :
Putu Wuri Handayani, M.Sc
PKM Penelitian
Ketua : Didit Kuncorojati /Teknik Kimia/FT
Anggota :
1.Annisa Shaira Dewi /Teknik Kimia/FT
2.Kenny Lischer /Teknik Kimia/FT
Pembimbing :
Dr. Ir. Slamet, MT
PKM Teknologi dan Inovasi
Ketua : Bigzaman /Ilmu Komputer/Fasilkom
Anggota :
1.Ade Kurniawati /Ilmu Komputer/Fasilkom
2.Andreas Senjaya /Ilmu Komputer/Fasilkom
3.Yasmin Khairina /Ilmu Komputer/Fasilkom
Pembimbing :
Dr. Hisar Maruli Manurung
PKM Gagasan Tertulis
Ketua : Mansyur Ridho /Sosiologi/FISIP
Anggota :
1.Tri Mukhlison Anugrah/Ilmu Ekonomi/FE
2.Bigzaman /Ilmu Komputer/Fasilkom
Pembimbing :
Rissalwan Habdy Lubis, M.Si.
Ketua : Nisa Yulianti /Farmasi/FMIPA
Anggota :
1.M. Gama Ramdahan /Farmasi/FMIPA
2.Offi Eka Hartisyah /Farmasi/FMIPA
Pembimbing :
Santi Purna Sari, M.Si., Apt
Ketua : Dani Ariyanto /Teknik Mesin/ FT
Anggota :
1.Abdurrahman Wahid
2.Nurusysyifa Dwi Handayaningsih
Pembimbing :
Ardiyansyah, ST., M.Eng.
untuk lebih lengkap, silahkan download di http://dp2m.dikti.go.id/
Baca selengkapnya "
SELAMAT KONTINGEN UI DI PIMNAS BALI 2010
" ini - by Mansyur Ridlo
Meski hanya 6 Tim (tidak sesuai dengan harapan), semoga 6 yang ada bisa menjadi semakin fokus dan optimal.
Berikut nama-nama yang lolos PIMNAS 2010 di Universitas Mahasaraswati Denpasar BALI.
PKM Kewirausahaan
Ketua : Alfira Fitrananda /Sistem Informasi/ Fasilko
Anggota :
1.Adzar Karomy /Sistem Informasi/ Fasilkom
2.Ahmad Mahmudi Yunus /Sistem Informasi/ Fasilkom
3.Akhmad Rahadian Hutomo /Sistem Informasi/ Fasilkom
4.Alfadesta /Sistem Informasi/ Fasilkom
Pembimbing :
Putu Wuri Handayani, M.Sc
PKM Penelitian
Ketua : Didit Kuncorojati /Teknik Kimia/FT
Anggota :
1.Annisa Shaira Dewi /Teknik Kimia/FT
2.Kenny Lischer /Teknik Kimia/FT
Pembimbing :
Dr. Ir. Slamet, MT
PKM Teknologi dan Inovasi
Ketua : Bigzaman /Ilmu Komputer/Fasilkom
Anggota :
1.Ade Kurniawati /Ilmu Komputer/Fasilkom
2.Andreas Senjaya /Ilmu Komputer/Fasilkom
3.Yasmin Khairina /Ilmu Komputer/Fasilkom
Pembimbing :
Dr. Hisar Maruli Manurung
PKM Gagasan Tertulis
Ketua : Mansyur Ridho /Sosiologi/FISIP
Anggota :
1.Tri Mukhlison Anugrah/Ilmu Ekonomi/FE
2.Bigzaman /Ilmu Komputer/Fasilkom
Pembimbing :
Rissalwan Habdy Lubis, M.Si.
Ketua : Nisa Yulianti /Farmasi/FMIPA
Anggota :
1.M. Gama Ramdahan /Farmasi/FMIPA
2.Offi Eka Hartisyah /Farmasi/FMIPA
Pembimbing :
Santi Purna Sari, M.Si., Apt
Ketua : Dani Ariyanto /Teknik Mesin/ FT
Anggota :
1.Abdurrahman Wahid
2.Nurusysyifa Dwi Handayaningsih
Pembimbing :
Ardiyansyah, ST., M.Eng.
untuk lebih lengkap, silahkan download di http://dp2m.dikti.go.id/
KOREA SELATAN BIKIN DEG-DEGAN
Posted in
Label:
curhatanku
|
di
04.26
Pertandingan yang sangat ketat dipertunjukkan oleh tim pebulu tangkis dari Korea Selatan melawan China di laga Final memperebutkan Uber Cup. Akhirnya pertandingan ini berhasil dimenangkan oleh tim dari Korea Selatan dengan skor 3-1. Kemenangan Korsel dituntaskan oleh Lee Kyung Won/Ha Jung Eun atas Du Jing/Yu dengan poin 21-19, 14-21 dan 19-21. Kemenangan Korsel merupakan bukti pematahan dominasi China selama kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Entah kenapa, pada saat pertandingan berlangsung saya sangat menginginkan kemenangan Korsel. Entah karena China telah membuat Indonesia tidak berhasil merebut Uber Cup di laga semifinal, atau karena kebosanan terhadap China yang selalu menjadi jawara di beberapa tahun terakhir. Yang jelas setelah kemenangan itu ditoreh oleh Korsel saya tidak bisa membendung sorak sorai kegembiraan saya.
Satu alasan yang jelas membuat saya senang akan kekalahan China adalah semoga kekalahan serupa di laga Final Thomas Cup terjadi. Dengan kata lain semoga Indonesia yang berhasil merebut Thomas Cup. Saya ingin bersorak lebih lepas lagi dari pada sekedar kekalahan China, tapi sorak kegembiraan atas kemenangan Indonesia negaraku tercinta.
Taufik dan kawan-kawan, saya akan terus mendukungmu. Berjuanglah sebaik mungkin. Doaku juga turut mengiringi finalmu nanti.
JAYALAH BULU TANGKIS INDONESIA
JAYALAH TERUS NEGERIKU
Baca selengkapnya "
KOREA SELATAN BIKIN DEG-DEGAN
" ini - by Mansyur Ridlo
Entah kenapa, pada saat pertandingan berlangsung saya sangat menginginkan kemenangan Korsel. Entah karena China telah membuat Indonesia tidak berhasil merebut Uber Cup di laga semifinal, atau karena kebosanan terhadap China yang selalu menjadi jawara di beberapa tahun terakhir. Yang jelas setelah kemenangan itu ditoreh oleh Korsel saya tidak bisa membendung sorak sorai kegembiraan saya.
Satu alasan yang jelas membuat saya senang akan kekalahan China adalah semoga kekalahan serupa di laga Final Thomas Cup terjadi. Dengan kata lain semoga Indonesia yang berhasil merebut Thomas Cup. Saya ingin bersorak lebih lepas lagi dari pada sekedar kekalahan China, tapi sorak kegembiraan atas kemenangan Indonesia negaraku tercinta.
Taufik dan kawan-kawan, saya akan terus mendukungmu. Berjuanglah sebaik mungkin. Doaku juga turut mengiringi finalmu nanti.
JAYALAH BULU TANGKIS INDONESIA
JAYALAH TERUS NEGERIKU
DILEMA KEBANGGAAN MAPRES UI 2010
Posted in
Label:
Info Kampus
|
di
10.33
Malam Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia 2010 digelar di Balairung UI tanggal 12 Mei 2010. Malam ini menjadi malam yang sangat membanggakan bagi rekan-rekan mahasiswa UI yang telah mengukir prestasi baik di bidang seni, olahraga, maupun bidang penalaran. Dengan rangkaian persembahan karya seni luar biasa dari Bintang Pop UI, Paragita, Liga Tari, maupun Nunung CS sebagai bintang tamu yang diundang, acara ini ditutup dengan pengumuman dan penganugerahan gelar MAHASISWA BERPRESTASI UTAMA UI 2010.
Sebelum diumumkan juara utama 1, 2, dan 3, Manajer Mahalum FK terlebih dahulu mengumumkan orang-orang yang terbaik dalam kemampuan bahasa Inggris dan Karya Tulis. Berikut penghargaan dalam Kemampuan Bahasa Inggris:
Terbaik 3 Tantia Dian Permata Indah (FE)
Terbaik 2 Naufal (FH)
Terbaik 1 Caroline Rainintha Siahaan (FISIP)
Penghargaan dalam Karya Tulis :
Terbaik 3 Caroline Rainintha Siahaan (FISIP)
Terbaik 2 Tantia Dian Permata Indah (FE)
Terbaik 1 Felix Chikita (FK)
Pengumuman kategori Kemampuan Bahasa Inggris dan Karya Tulis tergolong tidak biasa diumumkan karena tahun-tahun sebelumnya langsung diumumkan peringkat 1, 2, dan 3 Mapres Utama UI. Barulah kemudian diumumkan Juara MAPRES Utama UI 1, 2, dan 3. Hal yang tidak sama dengan tahun sebelumnya, nilai-nilai ketiga peringkat tersebut tidak diumumkan. Berikut Juaranya :
Juara 3 : Felix Chikita (FK UI 2007)
Juara 2 : Andreas Senjaya (FASILKOM 2007)
Juara 1 : Tantia Dian Permata Indah (FE 2006)
Dengan diumumkannya juara ini, terhitung 2 kali berturut-turut FE telah berhasil menjuarai kompetisi MAPRES UI. Tahun 2009 tercatat Muchdlir Zauhariy (alumni SMAN 2 Jombang) sebagai juara 1 Mapres Utama UI yang juga sama-sama angkatan 2006 dengan mapres Utama UI saat ini.
Kompetisi Mapres kali ini terus terang menjadi dilema tersendiri bagi saya pribadi. Pasalnya saya cukup dekat dengan beberapa finalis Mapres Utama UI. Di satu pihak, sebagai mahasiswa FISIP saya punya keterikatan moral dan harapan agar Mapres FISIP lah yang mengjadi juara Mapres Utama UI yaitu Rainintha Siahaan. Di pihak lain, sebagai peserta sekolah kepemimpinan PPSDMS Nurul Fikri saya juga punya keterikatan moral peserta dari PPSDMS lah yang menjadi juara yaitu Andreas Senjaya dari FASILKOM dan Ariyadul Qolbi dari FT. Di pihak lain pula, sebagai penerima beasiswa Goodwill Internasional saya juga punya interest untuk mendukung Hafiza mapres utama FIK.
Inilah dilema yang saya maksud. Di satu sisi saya sangat menyayangkan Rain Mapres Utama FISIP yang harus puas dengan duduk di peringkat 5 MAPRES Utama UI. Sedangkan jelas-jelas sebelumnya diumumkan bahwa dia terbaik pertama di kemampuan bahasa Inggris dan Terbaik ketiga dalam Karya Tulis. Secara hitungan kedua aspek tersebut layaknya dia menjadi juara 1, atau paling tidak tetap masuk 3 besar. tapi ternyata tidak. Kesimpulan yang didapatkan jelas Rain ternyata jatuh di aspek nilai CV yang besarannya 30 persen dari total keseluruhan penilaian. Tapi di sisi lain saya juga harus mengakui kalau turut bahagia dengan raihan prestasi Ariyadul Qolbi FT yang berhasil menyabet peringkat 4 dan Andreas Senjaya sebagai Runner Up MAPRES Utama UI.
Diluar dilema tersebut, yang jelas saya bangga punya rekan-rekan hebat seperti kalian semua. Untuk Rain mapres utama terbaik FISIP UI 2010..bagi saya dan bagi FISIP tentunya, kamu telah menunjukkan usaha terbaikmu. Jadi apapun hasilnya.. saya yakin tidak akan mengurangi rasa bangga FISIP UI terhadapmu. Untuk Hafiza, kami rekan-rekanmu di Goodwill Internasional tetap bangga padamu.. Dan saya yakin begitu pula dengan teman-temanmu di FIK.
Untuk semua Juara..jadikanlah gelar yang kalian emban sekarang sebagai tanggung jawab untuk memberikan contoh yang terbaik dan memberikan kontribusi nyata kalian bagi UI khususnya dan bagi orang-orang di sekitar kalian. Harumkan terus almamater tercinta Universitas Indonesia. Meskipun jujur, saya juga sedikit mengalami dilema dalam hal ini. Karena malam yang bersamaan saya mendapatkan kabar bahwa rekan saya satu almamater SMAN 2 Jombang berhasil menjadi Juara Mapres Utama Universitas Brawijaya Malang, Zulfikar Syam Bani Ulhaq FK UB 2006.
Tapi tentu dalam hal ini saya juga harus tetap mendukung sesuai proporsi saya. UI adalah kampusku tercinta. Selamat bertanding lagi rekan-rekanku di tingkat Nasional. semoga hasil yang terbaik yang didapat.
JAYALAH TERUS INDONESIA
Baca selengkapnya "
DILEMA KEBANGGAAN MAPRES UI 2010
" ini - by Mansyur Ridlo
Sebelum diumumkan juara utama 1, 2, dan 3, Manajer Mahalum FK terlebih dahulu mengumumkan orang-orang yang terbaik dalam kemampuan bahasa Inggris dan Karya Tulis. Berikut penghargaan dalam Kemampuan Bahasa Inggris:
Terbaik 3 Tantia Dian Permata Indah (FE)
Terbaik 2 Naufal (FH)
Terbaik 1 Caroline Rainintha Siahaan (FISIP)
Penghargaan dalam Karya Tulis :
Terbaik 3 Caroline Rainintha Siahaan (FISIP)
Terbaik 2 Tantia Dian Permata Indah (FE)
Terbaik 1 Felix Chikita (FK)
Pengumuman kategori Kemampuan Bahasa Inggris dan Karya Tulis tergolong tidak biasa diumumkan karena tahun-tahun sebelumnya langsung diumumkan peringkat 1, 2, dan 3 Mapres Utama UI. Barulah kemudian diumumkan Juara MAPRES Utama UI 1, 2, dan 3. Hal yang tidak sama dengan tahun sebelumnya, nilai-nilai ketiga peringkat tersebut tidak diumumkan. Berikut Juaranya :
Juara 3 : Felix Chikita (FK UI 2007)
Juara 2 : Andreas Senjaya (FASILKOM 2007)
Juara 1 : Tantia Dian Permata Indah (FE 2006)
Dengan diumumkannya juara ini, terhitung 2 kali berturut-turut FE telah berhasil menjuarai kompetisi MAPRES UI. Tahun 2009 tercatat Muchdlir Zauhariy (alumni SMAN 2 Jombang) sebagai juara 1 Mapres Utama UI yang juga sama-sama angkatan 2006 dengan mapres Utama UI saat ini.
Kompetisi Mapres kali ini terus terang menjadi dilema tersendiri bagi saya pribadi. Pasalnya saya cukup dekat dengan beberapa finalis Mapres Utama UI. Di satu pihak, sebagai mahasiswa FISIP saya punya keterikatan moral dan harapan agar Mapres FISIP lah yang mengjadi juara Mapres Utama UI yaitu Rainintha Siahaan. Di pihak lain, sebagai peserta sekolah kepemimpinan PPSDMS Nurul Fikri saya juga punya keterikatan moral peserta dari PPSDMS lah yang menjadi juara yaitu Andreas Senjaya dari FASILKOM dan Ariyadul Qolbi dari FT. Di pihak lain pula, sebagai penerima beasiswa Goodwill Internasional saya juga punya interest untuk mendukung Hafiza mapres utama FIK.
Inilah dilema yang saya maksud. Di satu sisi saya sangat menyayangkan Rain Mapres Utama FISIP yang harus puas dengan duduk di peringkat 5 MAPRES Utama UI. Sedangkan jelas-jelas sebelumnya diumumkan bahwa dia terbaik pertama di kemampuan bahasa Inggris dan Terbaik ketiga dalam Karya Tulis. Secara hitungan kedua aspek tersebut layaknya dia menjadi juara 1, atau paling tidak tetap masuk 3 besar. tapi ternyata tidak. Kesimpulan yang didapatkan jelas Rain ternyata jatuh di aspek nilai CV yang besarannya 30 persen dari total keseluruhan penilaian. Tapi di sisi lain saya juga harus mengakui kalau turut bahagia dengan raihan prestasi Ariyadul Qolbi FT yang berhasil menyabet peringkat 4 dan Andreas Senjaya sebagai Runner Up MAPRES Utama UI.
Diluar dilema tersebut, yang jelas saya bangga punya rekan-rekan hebat seperti kalian semua. Untuk Rain mapres utama terbaik FISIP UI 2010..bagi saya dan bagi FISIP tentunya, kamu telah menunjukkan usaha terbaikmu. Jadi apapun hasilnya.. saya yakin tidak akan mengurangi rasa bangga FISIP UI terhadapmu. Untuk Hafiza, kami rekan-rekanmu di Goodwill Internasional tetap bangga padamu.. Dan saya yakin begitu pula dengan teman-temanmu di FIK.
Untuk semua Juara..jadikanlah gelar yang kalian emban sekarang sebagai tanggung jawab untuk memberikan contoh yang terbaik dan memberikan kontribusi nyata kalian bagi UI khususnya dan bagi orang-orang di sekitar kalian. Harumkan terus almamater tercinta Universitas Indonesia. Meskipun jujur, saya juga sedikit mengalami dilema dalam hal ini. Karena malam yang bersamaan saya mendapatkan kabar bahwa rekan saya satu almamater SMAN 2 Jombang berhasil menjadi Juara Mapres Utama Universitas Brawijaya Malang, Zulfikar Syam Bani Ulhaq FK UB 2006.
Tapi tentu dalam hal ini saya juga harus tetap mendukung sesuai proporsi saya. UI adalah kampusku tercinta. Selamat bertanding lagi rekan-rekanku di tingkat Nasional. semoga hasil yang terbaik yang didapat.
JAYALAH TERUS INDONESIA
SMADA Jombang Berduka
Posted in
|
di
06.18
Innalillahiwainnailaihi roojiuun..
BERITA DUKA
Hari ini SMADA patut berduka karena telah ditinggal oleh seorang guru yang sangat penyabar.
Bapak Udiono Guru Ekonomi kita telah kembali kehadirat Allah Rabbulalamin dengan tenang. Beliau meninggal dunia pada pukul 14.00 hari ini di Rumah Sakit Darmo Surabaya. Menurut kabar beliau sebelumnya dideteksi menderita sakit leukimia.
Mohon doanya agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya..
"Dear Allah..tempatkan Guruku Pak Udiono di tempat yg terbaik di sisiMu. Sediakan jannah yang paling indah untuknya. Teduhkanlah alam kuburnya dengan selimut yg paling hangat.. Sungguh bliau yg saya kenal adalah org yg sangat sabar..
selamat jalan Bapakku yg penyabar lg penyayang.."
Baca selengkapnya "
SMADA Jombang Berduka
" ini - by Mansyur Ridlo
BERITA DUKA
Hari ini SMADA patut berduka karena telah ditinggal oleh seorang guru yang sangat penyabar.
Bapak Udiono Guru Ekonomi kita telah kembali kehadirat Allah Rabbulalamin dengan tenang. Beliau meninggal dunia pada pukul 14.00 hari ini di Rumah Sakit Darmo Surabaya. Menurut kabar beliau sebelumnya dideteksi menderita sakit leukimia.
Mohon doanya agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya..
"Dear Allah..tempatkan Guruku Pak Udiono di tempat yg terbaik di sisiMu. Sediakan jannah yang paling indah untuknya. Teduhkanlah alam kuburnya dengan selimut yg paling hangat.. Sungguh bliau yg saya kenal adalah org yg sangat sabar..
selamat jalan Bapakku yg penyabar lg penyayang.."
BERSIAP UNTUK PIMNAS 2010 DI BALI
Posted in
Label:
Info Kampus
|
di
01.08
PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) merupakan ajang ilmiah bergengsi yang diselenggarakan oleh DP2M dan DIKTI Depdiknas setiap tahunnya. Lomba inti dari ajang PIMNAS ini adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terbagai menjadi beberapa bidang. Yaitu :
1. PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)
2. PKM Penelitian (PKMP)
3. PKM Teknologi dan Inovasi (PKMT)
4. PKM Kewirausahaan (PKMK)
5. PKM Gagasan Tertulis (PKMGT)
6. PKM Artikel Ilmiah (PKMAI)
PKM nomor 1 sampai dengan nomor 4 adalah PKM yang sudah mulai diproses sejak bulan Oktober tahun sebelumnya. PKM tersebut mengharuskan setiap tim yang mengikuti untuk mengajukan proposal terlebih dahulu. setelah itu DIKTI akan mengumumkan pada bulan Desember-Januari, proposal mana yang disetujui dan didanai. Tahap selanjutnya, tiap-tiap tim yang sudah disetujui proposalnya diberikan waktu untuk mengimplementasikan programnya seolama kuran lebih 3 bulan.
Bagi teman-teman yang sudah berhasil melewati tahap tersebut, bersiaplah untuk melakukan tahap MONEV. MONEV merupakan tahap monitoring dan evaluasi hasil implementasi program yang telah dijalankan. Persiapkan dengan sebaik mungkin untuk para tim PKM UI untuk melaksanakan MONEV tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Mei 2010. Jika berhasil dalam tahap monev ini, maka kalian berhak maju ke PIMNAS yang tahun 2010 ini akan diselenggarakan di Universitas Mahasaraswati Denpasar BALI.
Berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah PKMGT yang teman-teman sudah mengajukan pada bulan Maret 2010. Maka terus update pengumumannya di http://dp2m.dikti.go.id/. PKMGT yang berhasil dinyatakan lolos, maka dia berhak melakukan presentasi di Ajang PIMNAS yang rencanannya digelar bulan Juli Minggu ke 2.
Jenis PKM dari nomor satu sampai dengan nomor lima, Jika teman-teman lolos ke PIMNAS, yang perlu dipersiapkan selain bahan presentasi adalah Poster dari PKM kalian masing-masing. Jadi poster dalam hal ini bukan lomba yang terpisah dari PKM. Meskipun demikian juara Poster bisa berbeda dengan juara PKM itu sendiri. Setiap peserta PKM mempunyai kesempatan menjadi pemenang PKM itu sendiri dan/ atau lomba poster.
Berbeda dengan PKM yang sudah disebutkan dari nomor satu sampai dengan nomor lima, PKMAI tidak melewati tahap presentasi di PIMNAS. jadi PKMAI cukup mendapatkan penghargaan dan karyanya akan dibukukan.
Jika teman-teman UI ada yang mengetahui dirinya lolos ke PIMNAS, silahkan hubungi saya di nomor: 085718570740 atau 021 995 82 282. Akan ada coaching bagi kalian sebelum berjuang di Bali nanti.
Sebagai info, ketua Kontingen UI untuk PIMNAS 2010 adalah Bapak Rissalwan Habdy Lubis, S.SOs, M.Si. Beliau adalah manajer kemahasiswaan dan hubungan alumni FISIP UI. Sedangkan tim coaching untuk kontingan UI adalah Pak Adila (mahalum Fasilkom), Pak Banu (Mahalum FE), dan saya sendiri.
Semoga kkontingen UI dapat mempersembahkan prestasi yang terbaik bagi UI di PIMNAS 2010 Bali.
KEEP UP YOUR SPIRIT & YOUR SMILE :-D
Baca selengkapnya "
BERSIAP UNTUK PIMNAS 2010 DI BALI
" ini - by Mansyur Ridlo
1. PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)
2. PKM Penelitian (PKMP)
3. PKM Teknologi dan Inovasi (PKMT)
4. PKM Kewirausahaan (PKMK)
5. PKM Gagasan Tertulis (PKMGT)
6. PKM Artikel Ilmiah (PKMAI)
PKM nomor 1 sampai dengan nomor 4 adalah PKM yang sudah mulai diproses sejak bulan Oktober tahun sebelumnya. PKM tersebut mengharuskan setiap tim yang mengikuti untuk mengajukan proposal terlebih dahulu. setelah itu DIKTI akan mengumumkan pada bulan Desember-Januari, proposal mana yang disetujui dan didanai. Tahap selanjutnya, tiap-tiap tim yang sudah disetujui proposalnya diberikan waktu untuk mengimplementasikan programnya seolama kuran lebih 3 bulan.
Bagi teman-teman yang sudah berhasil melewati tahap tersebut, bersiaplah untuk melakukan tahap MONEV. MONEV merupakan tahap monitoring dan evaluasi hasil implementasi program yang telah dijalankan. Persiapkan dengan sebaik mungkin untuk para tim PKM UI untuk melaksanakan MONEV tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Mei 2010. Jika berhasil dalam tahap monev ini, maka kalian berhak maju ke PIMNAS yang tahun 2010 ini akan diselenggarakan di Universitas Mahasaraswati Denpasar BALI.
Berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah PKMGT yang teman-teman sudah mengajukan pada bulan Maret 2010. Maka terus update pengumumannya di http://dp2m.dikti.go.id/. PKMGT yang berhasil dinyatakan lolos, maka dia berhak melakukan presentasi di Ajang PIMNAS yang rencanannya digelar bulan Juli Minggu ke 2.
Jenis PKM dari nomor satu sampai dengan nomor lima, Jika teman-teman lolos ke PIMNAS, yang perlu dipersiapkan selain bahan presentasi adalah Poster dari PKM kalian masing-masing. Jadi poster dalam hal ini bukan lomba yang terpisah dari PKM. Meskipun demikian juara Poster bisa berbeda dengan juara PKM itu sendiri. Setiap peserta PKM mempunyai kesempatan menjadi pemenang PKM itu sendiri dan/ atau lomba poster.
Berbeda dengan PKM yang sudah disebutkan dari nomor satu sampai dengan nomor lima, PKMAI tidak melewati tahap presentasi di PIMNAS. jadi PKMAI cukup mendapatkan penghargaan dan karyanya akan dibukukan.
Jika teman-teman UI ada yang mengetahui dirinya lolos ke PIMNAS, silahkan hubungi saya di nomor: 085718570740 atau 021 995 82 282. Akan ada coaching bagi kalian sebelum berjuang di Bali nanti.
Sebagai info, ketua Kontingen UI untuk PIMNAS 2010 adalah Bapak Rissalwan Habdy Lubis, S.SOs, M.Si. Beliau adalah manajer kemahasiswaan dan hubungan alumni FISIP UI. Sedangkan tim coaching untuk kontingan UI adalah Pak Adila (mahalum Fasilkom), Pak Banu (Mahalum FE), dan saya sendiri.
Semoga kkontingen UI dapat mempersembahkan prestasi yang terbaik bagi UI di PIMNAS 2010 Bali.
KEEP UP YOUR SPIRIT & YOUR SMILE :-D
PENGUMUMAN SIMAK UI DIAJUKAN
Posted in
Label:
Info Kampus
|
di
00.45
Pengumuman SIMAK UI yang awalnya direncanakan tanggal 15 Mei 2010 diajukan menjadi tanggal 8 Mei 2010 mulai pukul 08.00 WIB.
Bagi yang sedang mengkuti SIMAK UI, semoga mendapatkan hasil yang terbaik.
SALAM SEMANGAT ^_^
Baca selengkapnya "
PENGUMUMAN SIMAK UI DIAJUKAN
" ini - by Mansyur Ridlo
Bagi yang sedang mengkuti SIMAK UI, semoga mendapatkan hasil yang terbaik.
SALAM SEMANGAT ^_^
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







