FARID BUKAN TRANSFORMER
Saya mengenal Farid sejak saya duduk di Semester 1 di FISIP UI. Meski berbeda jurusan, saya sering berinteraksi dengan Farid dalam forum muslim angkatan yang disebut Sajadah. Farid tidak lain adalah ketua forum sajadah itu. Dua tahun berikutnya, ternyata saya semakin didekatkan dengan diterimanya kami berdua di asrama pembinaan PPSDMS Nurul Fikri. Di asrama tersebut kami dibagi dua orang setiap kamar yang akan terus ditukar pasangan setiap kamarnya dalam tiga bulan sekali. Dalam tiga bulan kedua saya satu kamar dengan Farid dan satu tahun lebih saya satu asrama denganya. Pengalaman ini membuat saya semakin mengenal sosok Farid rekan sefakultas saya ini.
Sosok Farid di mata saya adalah orang dengan penuh kesederhaan. Dibesarkan dari keluarga yang kental dengan budaya betawi ternyata membuat dia sangat supel dalam pergaulan sehari-hari. Dia pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja. Gaya bicaranya yang berapi-api ternyata sebanding dengan ide-ide segar yang dibawakan dengan sedikit jok yang menambah pembicaraannya semakin menyita perhatian orang di sekelilingnya.
Dari hari ke hari berinteraksi dengan Farid semakin menguatkan kesimpulan saya bahwa Farid Septian yang saya kenal ternyata BUKAN TRANSFORMER yang ada dalam Film Holywood yang pernah saya tonton. Dia bukan mobil yang bisa bertransformasi menjadi robot besar yang coba membantu manusia menyelamatkan keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Dia bukan transformer yang turun dari planet lain. Dia bukan transformer, sosok tokoh fiktif yang diimajinasikan oleh sang penulis. Tapi dia adalah seorang mahasiswa berkarakter kuat yang membawa visi transformasi pada tubuh BEM UI 2010 mendatang menuju BEM UI yang lebih dekat dan bermanfaat. Bagi saya, visi transformasinya Farid bukanlah suatu pilihan kata yang digunakan untuk kepentingan kampanye belaka. Tapi hal ini sudah pernah diwujudkan oleh Farid dalam organisasi yang pernah dia pimpin sebelumnya.
Memang transformasi yang Farid bawa sebelumnya tidak tersirat secara tertulis dalam visi misinya. Namun, transformasi ini telah menjadi jiwa yang mengokohkan visi misi yang ia bawa dalam Forum Studi Islam (FSI) FISIP UI yang ia pimpin. FSI dengan kepemimpinannya ditransformasikan menjadi Badan Otonom yang lebih berwarna dalam bidang gerakan dan program kerja. FSI yang lebih dekat dengan mahasiswa/i FISIP UI. FSI yang aktif menjalin hubungan baik dengan lembaga kemahasiswaan lain di FISIP UI dan jajaran kemahasiswaan serta dekanat FISIP UI. FSI dengan kinerja yang lebih profesional secara manajerial sehingga menghantarkan FSI FISIP UI menjadi Badan Otonom terbaik di FISIP UI.
Setelah masa kepemimpinannya di FSI usai, Farid ternyata dilanda dilema. Dia diminta oleh Tiko-Nanda (Ketua dan Wakil Ketua BEM UI saat itu) untuk membantu mereka dalam menempati posisi Kepala Departemen Politik dan Hukum (Polhum). Farid merasa dirinya tidak cukup kompeten menempati jabatan tersebut. Namun, bujukan dan dorongan terus melanda Farid saat itu. Dia pun kemudian mencoba meminta pertimbangan dari beberapa pihak terkait tawaran ini. Dia belum mengiyakan tawaran Tiko-Nanda saat itu. Tidak hanya sekedar meminta pertimbangan, namun ia pun mencoba mempelajari seluk beluk polhum terlebih dahulu. Beberapa dokumen terkait Polhum saya jumpai di atas meja belajarnya. Ketika saya masuk kamar tidak jarang saya jumpai, Farid sedang serius berkutat dengan dokumen-dokumen itu. Farid tidak punya komputer sendiri. Oleh karena itu, dia minta ijin untuk menggunakan komputer saya. Tidak jarang saya menjumpai komputer saya masih menyala di malam hari dengan Farid tertidur di depannya. Kemudian saya coba mematikan komputer yang masih menyala tersebut dan menutup satu demi satu file yang masih terbuka. Terlihat di situ file-file yang dibuka adalah file-file terkait departemen polhum dan terkait pergerakan beserta file tugas kuliahnya. Padahal saya tahu, beberapa tugas kuliahnya menumpuk kala itu. Namun, dari sekian file, ternyata didominasi oleh file-file terkait polhum dan pergerakan mahasiswa. Di saat sepertiga malam sering saya terbangun, dan melihat Farid berdiri di samping tempat tidur saya menghadap ke arah kiblat menunaikan sholat malam. Ia pun mencoba mengajak saya untuk sholat malam pula. Setelah itu, kami berangkat ke Masjid untuk menunaikan Sholat Shubuh berjamaah. Seusai sholat Shubuh kami kembali ke Asrama, kemudian dibukanya Al-Qur’an dan membacanya beberapa lembar. Usai itu ternyata ia kembali di hadapan komputer dan kembali membuka file-file polhumnya. Sejenak dia mengalihkan pandangannya dari komputer ke arah dokumen-dokumen polhum yang ada di meja belajarnya kemudian kembali berkutat dengan bacaan yang ada dalam komputer. Situasi seperti ini, hampir setiap hari saya lihat. Bagi Farid tawaran jadi kadep polhum adalah tawaran yang tidak mudah begitu saja ia terima. Dari sini saya jadi tahu bahwa Farid bukan tipe orang yang dengan mudah mengiyakan suatu tanggung jawab sebelum ia tahu betul seluk beluk tanggung jawab yang akan ia pegang.
Singkat cerita, posisi sebagai kadep polhum pun ia terima. Tapi ternyata upaya dia untuk terus belajar tentang polhum dan pergerakan mahasiswa tidak lantas berhenti begitu saja. Bahkan bisa dibilang semakin keras usahanya (learning by doing). Berbagai dokumen pun ia persiapkan untuk benar-benar menjalankan tanggung jawabnya tersebut. Komputer saya pun sampai sekarang masih ada dokumen-dokumen polhumnya. Saya jadi sedikit tahu tentang polhum itu sendiri sampai SOP Aksi yang dibuat.
Sebagai teman dekat, Farid adalah sosok pendengar yang baik, yang mau mendengarkan keluh kesah dan tidak jarang ia memberikan saran solutif bagi saya. Dalam bergaul, ia adalah sosok yang tanggap dengan kondisi di sekelilingnya. Meski dia sendiri saya tahu sedang kesusahan, namun ia selalu ingin memberikan uluran tangan bagi teman-temannya yang sedang kesusahan dengan segala keterbatasan yang ada. Farid bukanlah sosok yang sempurna. Tentu ada beberapa kekurangan yang ia miliki.. Namun, yang menjadi saya salut adalah dengan segala keterbatasan dan kekurangannya itu, ia sangat terbuka dengan saran dan kritik yang kemudian ia gunakan sebagai bahan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Teruntuk Farid sahabatku: di setiap langkah perjuangan pasti tidaklah mudah..aral melintang tentulah ada.. Teruslah melaju..terjang arus dan ombak itu...Ada orang yang suka dan ada yang tidak..Itu wajar sekali.. Yang menjadi poin penting adalah seberapa besar kemauan dan usaha konkrit kita untuk terus memperbaiki diri, luruskan niat, mendengar setiap keluh kesah dan menggunakannya untuk terus Belajar…”
SELAMAT PARA JUARA OIM UI 2009
Finally, OIM UI 2009 berakhir dengan gegap Gempita. Selamat Bagi para Juara OIM UI 2009. Bagi semua Peserta OIM UI 2009, teruslah tingkatkan prestasi kalian di ajang-ajang lomba yang lain...
KEEP UP YOUR SPIRIT & YOUR SMILE :-)
BERIKUT DAFTAR JUARA OIM UI 2009
PKM GT
| JUARA | Fakultas | Penulis | NPM | Judul Karya | Total Nilai |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Andi Rosilala | 0706291193 | Strategi Implementasi Social Development Daerah-Daerah Tertinggal Di Wilayah Perbatasan Melalui Mekanisme Tax Reduction By Offered Convertion Berbasis Korporasi | 1915 |
| Candra Krisna Hendrawan | 0606098035 | ||||
| 2 | Kedokteran Gigi | Pralita Kusumawardhani | 0606067061 | Kontribusi Kedokteran Gigi Forensik dalam Identifikasi Korban Bencana Massal di Indonesia | 1904 |
| Stephani Dwiyanti I | 0606067194 | ||||
| Theodora Elien | 0606067225 | ||||
| 3 | Kedokteran | Bayushi Eka Putra | 0806323800 | Penggunaan Kayu Manis sebagai Terapi Alternatif Penyakit Diabetes Militus Tipe 2 | 1862 |
| Eko Arianto | 0806323920 |
Essay Pemikiran Kritis
| JUARA | Fakultas | Penulis | NPM | Judul Karya | Total Nilai |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Muhammad Iqbal | 0706285285 | Kebijakan Impor Beras dari Vietnam di Tahun 2009 “Ketahanan Pangan yang Memiskinkan” | 1770 |
| 2 | Hukum | Putri Kusuma Amanda | 0505002018 | Kritisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak Terhadap Pemenuhan Hak Anak di Indonesia | 1723 |
| 3 | Teknik | Rahma Muthia | 0706270011 | Komunitas Peduli Wisata Lokal: Langkah Patisipatif Masyarakat Menerapkan Kebijakan Pariwisata Nasional | 1698 |
Debat Bahasa Inggris
| JUARA | Fakultas | Anggota |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Irene Severina |
| Ahmad Naufal Da’i | ||
| Carolina D. Rainintha | ||
| 2 | Hukum | M. Subarkah Syafruddin |
| M. Reza Fahriadi | ||
| Grace Gabriela | ||
| 3 | Ekonomi | Ahdiat Permana |
| Edi Saputra | ||
| Ryan |
Best Speaker: Ahdiat Permana dan Edi Saputra (FE UI)
Debat Bahasa indonesia
| JUARA | Fakultas | Anggota |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Arina Hidayatul |
| M. Arfandi | ||
| M. Daud | ||
| 2 | Ekonomi | Akbar Nikmatullah D |
| Ahmad Mikail | ||
| I Ketut Adi Putra | ||
| 3 | Teknik | Haris Hakim |
| Raka Cahya | ||
| Maman Abdurokhman |
Pembicara Terbaik : Ahmad Mikail (FE UI)
Poster Inspiratif
| JUARA | Fakultas | Pembuat Karya | Judul Poster | Total Nilai |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Rahardian Wahyu Pradana | Rokok : Sweet As Candy | 1008 |
| 2 | Ekonomi | Levana Kartika Putri | Burning | 977 |
| 3 | Kesehatan Masyarakat | Irma Surya Kusuma | UI Bebas Asap Rokok 2012 | 943 |
Poster Terfavorit
| JUARA | Fakultas | Pembuat Karya | Judul Poster |
| 1 | Ilmu Pengetahuan Budaya | Dwi Andriyan | Berhenti |
| 2 | Kedokteran Gigi | Eva Yuli Andari | Smoking Means Suicide |
| 3 | Kedokteran | Hasna Afifah | Tunjukkan pada dunia, karya terbaikmu! |
OIM Quiz
| JUARA | Fakultas | Peserta |
| 1 | Teknik | Terry Admajaya |
| 2 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Yusuf Hakim Gumilang |
| 3 | Psikologi | Achmad Haryo Puja Siswono |
Juara umum OIM UI
| JUARA | Fakultas | Emas | Perak | Perunggu | Total Poin* |
| 1 | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | 5 | 1 | 0 | 22 |
| 2 | Teknik | 1 | 0 | 2 | 6 |
| 3 | Ekonomi | 0 | 2 | 1 | 5 |
juara 1= 4 poin, juara 2= 2 poin, juara 3= 1 poin
Gelegar Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) UI 2009

Olimpiade Ilmiah Mahasiswa UI atau yang biasa disingkat OIM UI tahun 2009 segera menuju puncak acaranya. Ini merupakan ajang bergengsi bagai mahasiswa UI untuk berlomba-lomba dalam meunjukkan kebolehannya di bidang ilmiah. Setiap fakultas akan berusaha keras memperebutkan Juara UMUM piala Bergilir Rektor UI untuk yang pertama kalinya. dengan rangakaian lomba yang terdiri dari PKM-GT, Esai Pemikiran Kritis, Debat Bahasa Inggris, Debat Bahasa Indonesia, Poster Inspiratif, dan OIM Kuis. Untuk Poster inspiratif juga memperbutkan kategori Poster terfavorit melalui vote manual dan on-line. Jadi semua pihak bisa ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini.
Bagi rekan-rekan mahasiswa yang belum sempat mengikuti lomba secara langsung, jangan khawatir rangkaian Acara OIM juga meyelenggarakan Talkshow OIM UI yang diselenggarakan di puncak acara pada Hari Jumat tanggal 6 November jam 13.00 di Studen Center FE UI. Akan hadir Keynote Speaker Rhenald Kasali, Pembicara: Tjut Rifamutia (Psikolog), Bpk Anis (Wakil Rektor 1 UI), Sofwan Al-Banna C (Mapres Nasional 2006 dan pemenang Esai Internasional 2009).
Tidak hanya itu pada saat sebelum opening ceremony di Gd 9 FIB, mahasiswa UI akan disuguhkan PARADE OIM UI yang akan berjalan jam 12.30. Terus saksikan dan pastikan kalian semua tidak melewatkan moment-moment spesial di setiap hari mulai tanggal 2 sampai dengan 6 November 2009.
Tunggu apa lagi..mari bersiap menyambut Gelegar OIM UI 2009.
OIM UI
BANGKIT INTELEKTUAL MUDA - BANGKIT NUSANTARA
Keluargaku di BPM FISIP UI 2009
Pemira pun sudah digaungkan.. rasanya jadi campur aduk nih. Seneng juga karena dikit lagi berarti tugas selesai, dan bisa beraktivitas yang lain lagi. Fokus hal-hal yang baru lagi. Sedih...rasanya baru kemarin deh kita raker di pulau pramuka kepulauan seribu. rasanya belum banyak yang kuberikan pada saudara-saudaraku di BPM. kok udah mau bubaran sih.. Takut...kalau ternyata apa yang kita komitmenkan di awal dengan goal-goal yang kita bikin bersama ternyata masih belum bisa dicapai sampai akhir kepengurusan nanti. Lalu apa tinggalan kita untuk kepengurusan selanjutnya. Amanah ini tidak hanya akan dipertanyakan di dunia, namun juga di akhirat. Sudah bener ga ya tugas dan fungsi yang saya lakukan selama ini. Ada g ya yang merasa terdzolimi dengan keberadaanku (kalau ada maafin ya...). FISIP merasa terbantu ga sih dengan adanya BPM? jangan-jangan ada atau tidaknya BPM FISIP UI 09 ga ada pengaruhnya sama sekali ke FISIP. Atau malah merugikan? aduh...jadi takut nih meninggalkan amanah ini tanpa hal-hal yang berarti bagi pengurus BPM dan FISIP tentunya..
BPM'ers..sebenarnya yang kalian rasakan di BPM gimana sih?sudahkan kalian merasa kberadaan kalian di BPM menjadi warna tersendiri yang membuat beruntung menjadi bagian di dalamnya atau malah sebaliknya? atau malah menjadi trauma tersendiri?
Sebenarnya bagaimana sih kalian melihat BPM ini ke depannya? adakah rasa untuk terus memperbaikinya? ataukah BPM sekedar lewat saja sebagai pelengkap mozaik keorganisasian kalian? Sberapa cintakah kalian dengan BPM? Penting ga sih BPM?
Saya ingin sekali..kita ngobrol panjang lebar mengeluarkan segala apa yang kita pendam di hati dan pikiran masing-masing tentang BPM kita... Kapan ya waktu itu ada bagi kita... agar sebelum kepengurusan kita berakhir kita sempat memperbaiki semuanya..yang seharusnya memang kita bereskan...
Salam hangat untuk BPM'ers 2009... semoga legenda yang ditinggalkan adalah legenda manis yang membuat orang tersenyum bangga...
Pemira lagi..pemira lagi.. (2)
Ehm...setelah gw lihat dan baca-baca...visi-misi, ok mereka masing2 standpoint yang kurang lebih sama. tinggal pengolahan kata-katanya saja yang berbeda.. Keduanya juga berasal dari anak pergerakan yang saya tahulah kecondongannya kemana.. Bagi saya lihat dulu bagaimana mereka benar-benar serius untuk menjadikan BEM UI menjadi lebih baik (tidak sekedar pergerakannya saja loh).
Menurut pengamatan saya pribadi selama ini BEM UI belum terlalu proporsional dalam menggarap ranah-ranah yang ada. Terutama di bidang pendidikan dan keilmuan. Program-program yang ditawarkan masih terlalu parsial dan pragmatis seakan sebagai pelengkap saja agar BEM UI merangkul semua ranah. Sedangkan gregetnya hanya dibebankan pada Departemen P & K nya saja. berbeda dengan Pusgerak atau polhum yang harus dipahamkan ke semua pengurus dan kepanitiaan BEM UI. Bahkan apa yang dibawa P & K pun harus disesuaikan dengan arahan dari Pusgerak. Namun secara subtansinya P & K terlihat masih mencari-cari arah dan tujuan besarnya...Konsen BPH BEM UI kelihatan timpang ketika menangani masalah P & K ini.. (atau mungkin karena saya terlalu banyak bermain di fakultas kah? nah berarati di fakultas pun g terasa he...) Hayo..para kandidat pada tahu g? PR besar P & K ke depannya? Kita ambil contoh kecil saja masalah penyelenggaraan OIM UI..bahkan timelinenya aneh... Goalnya OIM UI sbenarnya apa ce? Apakah sekedar biar ada program kerja keilmiahan di UI..cukup..atau ada tujuan yang lebih besar lagi? Kalaupun sebagai ladang mencari bibit2 unggul untuk PIMNAS kenapa penyelenggaraannya malah setelah deadline pengumpulan karya PIMNAS???? Loh..terus buat apa sih sebenarnya?
Sebagai seorang Ketua tantangannya adalah bagaimana caranya bisa merangkul semua, memahami betul setiap ranah, dan kemudian membagi perhatiannnya secara proporsional. Memang selalu ada skala prioritas. Namun bukan berarti dengan adanya sekala prioritas tersebut kemudian mengurangi nilai dan substansi yang harus dibawa disetiap ranah.. Saya sadar betul apa background keorganisasian kalian. Bagi saya ini rawan sekali kepemimpinan mereka berdua (siapapun yang terpilih) akan terkutat kembali kepada gerakan BEM UI yang sudah-sudah.
Setiap kandidat untuk mendapatkan daya tarik tertentu mengeluarkan hal-hal yang baru. Itu sudah biasa. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah hal-hal yang baru tersebut memang sesuai kebutuhan UI? atau hanya sebagai daya jual saja?
Masalah eksklusif-inklusif menjadi bahan yang empuk untuk berkampanye ria.. Yups, yang saya tahu mereka berdua anak PPSDMS yang sudah memahami akan itu. Seharusnya ini sudah tidak jadi masalah lagi bagi mereka. Bagaimana PPSDMS'ers harus mampu menjadi pemimpin yang moderat dan tidak eksklusif... Sudah paham, tinggal bagaimana praktik dari keduanya?
Yups kita tunggu saja adegan demi adegan, babak demi babak berikutnya....
^_^
Menuju Puncak Acara OIM UI 2009
Tgl 14 Oktober 2009 lalu, pendaftaran dan pengumpulan karya OIM UI 2009 resmi ditutup.
Ini dia rekapitulasi data nya:
1. PKM-GT (maks 3 karya per fak). Total karya yang terkumpul adalah 30 karya. Rinciannya:
FK: 2 FH: 3
FKG: 3 FPsi: 1
FMIPA: 3 FISIP: 3
FKM: 3 FIB: 1
FIK: 3 FE: 2
FT: 3
Fasilkom: 3
2. ESAI PEMIKIRAN KRITIS1 (maks 3 karya per fak). Total karya yang terkumpul adalah 27 karya. Rinciannya:
FK: 1 FH: 1
FKG: 3 FPsi: 1
FMIPA: 1 FISIP: 3
FKM: 3 FIB: 3
FIK: 3 FE: 3
FT: 3
Fasilkom: 2
3. POSTER INSPIRATIF (maks 3 karya per fak). Total karya yang terkumpul adalah 22 karya. Rinciannya:
FK: 2 FH: 1
FKG: 3 FPsi: 1
FMIPA: 0 FISIP: 3
FKM: 3 FIB: 1
FIK: 2 FE: 2
FT: 3
Fasilkom: 1
4. DEBAT BAHASA INGGRIS (maks 1 tim per fak). Total peserta adalah 12 tim dari 12 fakultas
5. DEBAT BAHASA INDONESIA (maks 1 tim per fak). Total peserta adalah 12 tim dari 12 fakultas
6. OIM QUIS (maks 1 tim per fak). Total peserta adalah 12 tim dari 12 fakultas
UNTUK PKM-GT DAN ESAI PEMIKIRAN KRITIS ADA SELEKSI TAHAP I TINGKAT UNIVERSITAS UNTUK MENENTUKAN 12 TERBAIK FAKULTAS YANG AKAN PRESENTASI PADA 2-6 NOV 2009.
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TAHAP I TINGKAT UNIVERSITAS PADA TANGGAL 23 OKTOBER 2009
Nantikan sapa saja wakil fakultasmu yang berhak berlaga di OIM UI 2-6 Nov
OIM UI 2009: Bangkit Intelektual Muda, Bangkit Nusantara!
Selamat UTS...
Selamat UTS ya... semoga dapat hasil yang terbaik... jangan lupa yang penting lagi adalah bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa kita bagi ke banyak orang lagi..agar ilmu kita lebih bermanfaat..
Persiapan UTS sejauh ini bagaimana nih? semoga sudah memeprsiapkan yang terbaik..
Jaga kesehatan jg agar UTS nanti bisa fit & fresh dalam mengerjakan soaal...
Sukses semuanya ^_^
Pemira lagi..pemira lagi..
Apalagi yang udah santer adalah pemira IKM UI.. Mulai banyak intrik-intrik..'curi' start...penokohan...sampai paket black campaign..
Ehmmm..seru juga sih..
Di depan Gerbatama UI sana berdiri gedung megah yang bertuliskan Pesantren Mahasiswa PPSDMS Nurul Fikri Jakarta.. yang katanya school of future leader. Mungkin ajang ini salah satu media pembuktian para pemimpin muda itu untuk memberikan kontribusi terbaiknya di kampus tercinta UI.. Kalau biasanya hanya satu calon yang maju dari sana.. sekarang dua loh...
Siapa itu?
1. Farid Septian Kriminologi FISIP UI 2006
2. Imaduddin Abdullah HI FISIP UI 2006
Selain itu ada g ya dari luar PPSDMS?
Wah..FISIP dua2nya? kenapa ya? mungkin karena dari fakultas ilmu politik kali ya..trus suka mensimulasikan perpolitikannya di kampus..biar waktu pasca kampus dah terbiasa..he...
Keduanya mulai jarang di asrama nih..konsolidasi tim di luar..kenapa g di asrama aja ya? kan bisa sharing antar tim..he..mungkin g sih?
................................................to be continued.......................................................................................
Penat..
padahal hari ini tidak sesibuk hari biasanya
tapi rasanya begitu penat sekali...
mata ini seakan ingin..sekali sejenak meninggalkan cahaya lampu
tapi kelopak mata yang hitam tak mengijinkan
kenapa ya hidup ini begitu misterius
kenapa bumi ini harus berputar
kenapa ada matahari yang tak lelah terbit dan tenggelam setiap hari
kenapa ....
aahh....rasanya kok terlalu berlebihan aku bertanya
mungkin ini karena badanku begitu lelah
jadi bicaraku jadi aneh..
mataku hanya perlu dipejamkan sejenak
badanku hanya perlu direbahkan beberapa waktu
otakku perlu relaksasi...
huff...
semoga esok ketika mentari terbit
hari lebih indah dan fresh...







